Halaman

Rabu, 16 Februari 2011

Hanya Di Bukan Indonesia, Gajih Pejabat Selalu Naik

TEMPO InteraktifJakarta -Menteri Keuangan Agus Martowardojo berjanji akan memperjuangkan kenaikan gaji 8.000 pejabat tinggi negara. Hanya Presiden yang bisa menghentikan perjuangannya. "Tidak akan saya hentikan sampai saya ditolak," ujar dia kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Rabu (15/2)
 Mari kita simak pernyataan pendek di atas?Pantaskah seorang Menteri Keuangan bertindak demikian?Saya rasa Pantas jika di negara "Bukan Indonesiaku". Bukankah lebih banyak masalah yang lebih penting daripada menaikan gajih para pejabat yang sudah layak untuk menikmati hidup. Mari kita pikirkan sejumlah rakyat kecil yang mash dalam kesengsaraan, bukankah lebih baik uang-uang tersebut digunakan untuk kemaslahatan mereka.

Saya tidak ambil pusing karena inilah "Bukan Indonesiaku". Jangan berharap banyak, hal demikian pasti nanti terealisasikan juga akhirnya.

Karena kenaikan gaji dinilai banyak gunanya, Agus meminta masyarakat menghentikan polemik mengenai hal ini. "Masyarakat kemudian mengatakan setuju atau tidak setuju, mereka kan gak ngerti apa yang ada dalam kajian Tim Reformasi ini yang mereka perlukan adalah karya lebih baik dari pejabat negara." tempointeraktif
Kita lihat sejenak apa yang perlu dipikirkan sebelum mengambil tindakan diatas. Yaitu, pengangguran,kemisikinan, kelaparan dan sebagaianya. Kita ambil contoh pengangguran, berapa jumlahnya untuk negara "Bukan Indonesiaku"?Tidak usah repot, hitung saja yang ada di lingkungan kita.

LIPI mencatat, tingkat warga yang termasuk dalam kategori setengah pengangguran terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Dari 29,64 juta orang pada 2005 menjadi 32,8 juta pada 2010. Diperkirakan pada 2011, jumlah warga dengan kategori setengah pengangguran diproyeksikan meningkat menjadi 34,32 juta orang. sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar