Halaman

Selasa, 01 Maret 2011

Lupa Sediakan Minum, Istri Disiksa Suami



KOMPAS.com — Penderitaan fisik dan psikis sudah dirasakan selama bertahun-tahun oleh Masriah (35). Namun, ia berusaha tabah sebagai istri ke-4 Zainuddin (55), demi satu-satunya anak hasil perkawinan mereka. Tapi, kemarin kesabaran Masriah sudah mencapai batas.

Memang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sangat mungkin terjadi, tentu hal ini ada beberapa sebab, seperti kebutuhan ekonomi,biologis, serta yang lainnya.

Hanya kejadian sepele, karena lupa menyediakan minum kepada sang suami ketika makan, wanita tersebut dihajar habis habisan oleh pria biadab yang sudah memliki 3 orang istri tersebut termasuk korban sendiri. Padahal diantara tempat tinggal korban, tinggal beberapa warga, seperti Ketua RT/RW, Pemuka Agama dan orang - orang yang saya kira bisa memberikan pertolongan atau jalan tengah terhadap kerjadian itu agar tidak terjadi kekerasan tersebut.

Namun apalah daya seorang wanita, saat menghadapi pria beringas tersebut dia hanya bisa menahan sakit saat rambutnya dijambak keras dan dipukul serta ditendang bak seorang penjahat yang menyiksa musuh bebuyutannya.

Seandainya wanita tersebut tidak melayat ke kampung halamannya dan saudaranya melihat kondisi wanita tersebut dalam keadaan bengkak, maka kekerasan ini tidak akan sampai di meja hijau.

Jika kasus penyiksaan ini terbukti, polisi akan menjerat Zainudin Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 84 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata Nuramin.

Jika kasus penyiksaan ini terbukti, polisi akan menjerat Zainudin Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 84 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata Nuramin.Kompas

Ternyata hukuman yang akan didapat pria biadab tersebut hanya kurang lebih 5 tahun penjara, apakah hal ini bisa diterima?Kalau saya pribadi tidak, mengapa?Karena menurut saya hal ini tidak hanya membayakan nyawa, tapi juga kondisi fisik dan psikologis korban sangat berpengaruh. Belum lagi rasa malu yang luar biasa korban jika harus berinteraksi dengan tetangga, tentu hal ini menjadi pukulan yang telak sampai ke dalam hati. Mudah-mudahan pelaku mendapat ganjaran yang berat dan diakhirat menerima balasan apa yang telah ia perbuat.

“Orang muslim jika dia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguannya, maka dia lebih baik daripada orang muslim yang tidak mau bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguannya.” (HR. Tirmidzi: 2431, dishahihkan oleh Al-Albani; lihat Shahihul Jami’: 6651).

Kebaikan SBY=Keburukan SBY ?



Sesuai judul, saya akan sedikit mengulas rumor yang sedang panas dibicarakan oleh beberapa rakyat "Bukan Indonesiaku". Sudah barang tentu ketika sesuatu yang sekilas tampak indah dipandang mata, ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan ketika kita mengenalnya. 

Sebelum lebih jauh berbicara, tidak ada salahnya sobat ketikan "Kebaikan SBY" di google, tanpa tanda petik. Maka sobat akan melihat hasilnya. Bagaiamana? Ya, itulah hasilnya. Saya sendiri bingung mengapa bisa hal seunik ini terjadi, apakah memang pada kenyataannya seperti itu atau ada kesalahan dalam pengoperasian google pada saat ini, atau ada beberapa oknum yang sengaja merekasa hal ini? Anda akan tahu setelah bertanya pada Ahli Telematika "Bukan Indonesiaku" yang sangat fenomenal berkat pendapatnya pada salah satu kasus foto porno artis beberapa waktu lalu.

Ini ada beberapa pendapat yang saya kutip dari berbagai sumber :

"Wah itu rekayasa. Semakin maju teknologi informasi kita, semakin banyak gangguan muncul," kata politisi PD Achsanul Qosasi yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/2/2011).Detik
Sebelumnya praktisi telematika dan dosen Fakultas Sains & Teknologi UIN Syarif Hidayatullah, Abimanyu Wachjoewidajat mengutarakan analisisnya
"Menurut saya yang sebenarnya terjadi adalah murni hasil telematika di mana bahwa algoritma pencarian Google adalah mencari persamaan huruf yang Anda cari, lalu dicocokkan dengan kumpulan kata yang ada pada database dan indeks yang terbanyak akan menjadi acuan," paparnya. Detik
“Ini bukanlah kesengajaan. Ada banyak alasan mengapa Google secara otomatis melakukan penyaranan revisi pencarian. Ini bisa saja terkait perbedaan isi dengan indeks, jumlah kata kunci keburukan yang lebih banyak dan lainnya,” kata Budi Raharjo. Inilah
“Ini bukanlah kesengajaan. Ada banyak alasan mengapa Google secara otomatis melakukan penyaranan revisi pencarian. Ini bisa saja terkait perbedaan isi dengan indeks, jumlah kata kunci keburukan yang lebih banyak dan lainnya,” kata Budi Raharjo.
Kemungkinan pertama, ada banyak orang yang membuat artikel soal kebaikan SBY namun berisikan informasi lebih banyak tentang keburukan SBY pada tubuh artikel. Karena Google merupakan mesin pencari yang memanfaatkan jumlah kata kunci maka secara otomatis Google melakukan koreksi.
Kedua, banyak pihak yang menulis di judul atau paragraf awal di artikel yang diindeks di Google, memasang kata 'kebaikan SBY'. Namun, di halaman selanjutnya, komentar yang muncul atau tautan artikel mencantumkan banyak kata soal keburukan SBY.
"Kita tidak bisa tahu secara langsung di halaman depan Google soal isi keseluruhan artikel terkait ‘kebaikan SBY’. Bisa jadi, banyak yang mencantumkan kata keburukan SBY pada komentar dan tautan.”
Kemungkinan ketiga adalah pemasangan indeks dan kategori kata berupa ‘keburukan SBY’ pada artikel atau berita internet berisi kebaikan SBY. “Semua artikel di internet pada dasarnya mencantumkan indeks dan kategori. Karena itu, bisa jadi ketidaksesuaian pemasangan indeks dan kategori terhadap isi berita.” forum.detik


Sebenarnya yang saya maksud bukan SBY sendiri, silahkan sobat coba dengan nama lain seperti Aburizal Bakrie, Surya Paloh atau Roy Suryo. Maka yang akan muncul pun akan sama seperti sebelumnya. Menurut saya sendiri, Google memiliki semacam kegunaan untuk susunan atau indeks pada suatu kata kunci, jadi algoritma pada google berdasarkan kata kunci yang sering sekali dicari orang,diunduh, maupun ditulis dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja ada beberapa pihak yang merekasa kenyataan ini. Wallahuallam