KOMPAS.com — Penderitaan fisik dan psikis sudah dirasakan selama bertahun-tahun oleh Masriah (35). Namun, ia berusaha tabah sebagai istri ke-4 Zainuddin (55), demi satu-satunya anak hasil perkawinan mereka. Tapi, kemarin kesabaran Masriah sudah mencapai batas.
Memang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sangat mungkin terjadi, tentu hal ini ada beberapa sebab, seperti kebutuhan ekonomi,biologis, serta yang lainnya.
Hanya kejadian sepele, karena lupa menyediakan minum kepada sang suami ketika makan, wanita tersebut dihajar habis habisan oleh pria biadab yang sudah memliki 3 orang istri tersebut termasuk korban sendiri. Padahal diantara tempat tinggal korban, tinggal beberapa warga, seperti Ketua RT/RW, Pemuka Agama dan orang - orang yang saya kira bisa memberikan pertolongan atau jalan tengah terhadap kerjadian itu agar tidak terjadi kekerasan tersebut.
Namun apalah daya seorang wanita, saat menghadapi pria beringas tersebut dia hanya bisa menahan sakit saat rambutnya dijambak keras dan dipukul serta ditendang bak seorang penjahat yang menyiksa musuh bebuyutannya.
Seandainya wanita tersebut tidak melayat ke kampung halamannya dan saudaranya melihat kondisi wanita tersebut dalam keadaan bengkak, maka kekerasan ini tidak akan sampai di meja hijau.
Jika kasus penyiksaan ini terbukti, polisi akan menjerat Zainudin Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 84 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata Nuramin.
Jika kasus penyiksaan ini terbukti, polisi akan menjerat Zainudin Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 84 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” kata Nuramin.Kompas
Ternyata hukuman yang akan didapat pria biadab tersebut hanya kurang lebih 5 tahun penjara, apakah hal ini bisa diterima?Kalau saya pribadi tidak, mengapa?Karena menurut saya hal ini tidak hanya membayakan nyawa, tapi juga kondisi fisik dan psikologis korban sangat berpengaruh. Belum lagi rasa malu yang luar biasa korban jika harus berinteraksi dengan tetangga, tentu hal ini menjadi pukulan yang telak sampai ke dalam hati. Mudah-mudahan pelaku mendapat ganjaran yang berat dan diakhirat menerima balasan apa yang telah ia perbuat.
“Orang muslim jika dia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguannya, maka dia lebih baik daripada orang muslim yang tidak mau bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguannya.” (HR. Tirmidzi: 2431, dishahihkan oleh Al-Albani; lihat Shahihul Jami’: 6651).

