Halaman

Selasa, 01 Maret 2011

Kebaikan SBY=Keburukan SBY ?



Sesuai judul, saya akan sedikit mengulas rumor yang sedang panas dibicarakan oleh beberapa rakyat "Bukan Indonesiaku". Sudah barang tentu ketika sesuatu yang sekilas tampak indah dipandang mata, ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan ketika kita mengenalnya. 

Sebelum lebih jauh berbicara, tidak ada salahnya sobat ketikan "Kebaikan SBY" di google, tanpa tanda petik. Maka sobat akan melihat hasilnya. Bagaiamana? Ya, itulah hasilnya. Saya sendiri bingung mengapa bisa hal seunik ini terjadi, apakah memang pada kenyataannya seperti itu atau ada kesalahan dalam pengoperasian google pada saat ini, atau ada beberapa oknum yang sengaja merekasa hal ini? Anda akan tahu setelah bertanya pada Ahli Telematika "Bukan Indonesiaku" yang sangat fenomenal berkat pendapatnya pada salah satu kasus foto porno artis beberapa waktu lalu.

Ini ada beberapa pendapat yang saya kutip dari berbagai sumber :

"Wah itu rekayasa. Semakin maju teknologi informasi kita, semakin banyak gangguan muncul," kata politisi PD Achsanul Qosasi yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/2/2011).Detik
Sebelumnya praktisi telematika dan dosen Fakultas Sains & Teknologi UIN Syarif Hidayatullah, Abimanyu Wachjoewidajat mengutarakan analisisnya
"Menurut saya yang sebenarnya terjadi adalah murni hasil telematika di mana bahwa algoritma pencarian Google adalah mencari persamaan huruf yang Anda cari, lalu dicocokkan dengan kumpulan kata yang ada pada database dan indeks yang terbanyak akan menjadi acuan," paparnya. Detik
“Ini bukanlah kesengajaan. Ada banyak alasan mengapa Google secara otomatis melakukan penyaranan revisi pencarian. Ini bisa saja terkait perbedaan isi dengan indeks, jumlah kata kunci keburukan yang lebih banyak dan lainnya,” kata Budi Raharjo. Inilah
“Ini bukanlah kesengajaan. Ada banyak alasan mengapa Google secara otomatis melakukan penyaranan revisi pencarian. Ini bisa saja terkait perbedaan isi dengan indeks, jumlah kata kunci keburukan yang lebih banyak dan lainnya,” kata Budi Raharjo.
Kemungkinan pertama, ada banyak orang yang membuat artikel soal kebaikan SBY namun berisikan informasi lebih banyak tentang keburukan SBY pada tubuh artikel. Karena Google merupakan mesin pencari yang memanfaatkan jumlah kata kunci maka secara otomatis Google melakukan koreksi.
Kedua, banyak pihak yang menulis di judul atau paragraf awal di artikel yang diindeks di Google, memasang kata 'kebaikan SBY'. Namun, di halaman selanjutnya, komentar yang muncul atau tautan artikel mencantumkan banyak kata soal keburukan SBY.
"Kita tidak bisa tahu secara langsung di halaman depan Google soal isi keseluruhan artikel terkait ‘kebaikan SBY’. Bisa jadi, banyak yang mencantumkan kata keburukan SBY pada komentar dan tautan.”
Kemungkinan ketiga adalah pemasangan indeks dan kategori kata berupa ‘keburukan SBY’ pada artikel atau berita internet berisi kebaikan SBY. “Semua artikel di internet pada dasarnya mencantumkan indeks dan kategori. Karena itu, bisa jadi ketidaksesuaian pemasangan indeks dan kategori terhadap isi berita.” forum.detik


Sebenarnya yang saya maksud bukan SBY sendiri, silahkan sobat coba dengan nama lain seperti Aburizal Bakrie, Surya Paloh atau Roy Suryo. Maka yang akan muncul pun akan sama seperti sebelumnya. Menurut saya sendiri, Google memiliki semacam kegunaan untuk susunan atau indeks pada suatu kata kunci, jadi algoritma pada google berdasarkan kata kunci yang sering sekali dicari orang,diunduh, maupun ditulis dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja ada beberapa pihak yang merekasa kenyataan ini. Wallahuallam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar